Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Cara Mandi Janabat


Cara mandi janabat yaitu seseorang hendaknya membaca basmalah dengan mengikhlaskan niat, lalu membersihkan kedua telapak tangan tiga kali, membersihkan apa yang ada di kemaluan (dan dubur) dan kotoran yang ada di sekitarnya, berwudu kecuali kedua kaki, karena dalam hal ini diperbolehkan menundanya hingga selesai mandi, memasukkan tangan ke air kemudian menyela-nyela rambut hingga ke akar-akarnya, kemudian membasuh kepalanya dengan tiga kali siraman air, menyiramkan air ke seluruh tubuh, diawali dengan bagian yang kanan dari atas ke bawah, lalu tubuh bagian kiri, memperhatikan tempat-tempat yang sulit terjangkau air, seperti pusar, ketiak, dua lutut, dan yang lainnya. Aisyah r.a. berkata, "Jika Rasulullah saw. mandi janabat, beliau membersihkan kedua tangannya sebelum memasukkannya ke dalam air, kemudian membersihkan kemaluannya, berwudu seperti wudu untuk salat, membasahi rambutnya dengan air, menyiram kepalanya dengan tiga siraman, dan menyiramkan air ke seluruh tubuhnya."

Cara tersebut adalah untuk laki-laki. Sedangkan untuk perempuan, ia cukup menyiramkan air di kepalanya tiga kali, dan menggosok badannya, dan tidak perlu membuka gulungan rambutnya. Ummu Salamah berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita dengan gulungan rambut tebal, apakah aku harus membukanya ketika mandi janabat?" Rasulullah saw. menjawab, "Tidak usah, engkau cukup menyiramkan air tiga kali di kepalamu." (HR Tirmizi). 

  Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi
  1. Jinabat atau yang berkaitan dengan hubungan suami istri, yaitu apabila dua alat kelamin saling bertemu, meskipun tanpa inzal (orgasme). Inzal adalah keluarnya mani (sperma) disertai dengan kenikmatan dari laki-laki maupun perempuan, baik dalam keadaan terjaga maupun sedang tidur. Allah berfirman, "Jika kalian junub, maka mandilah." (Al-Maidah: 6). Rasulullah saw. bersabda, "Jika dua alat kelamin telah bertemu, maka wajib mandi." (HR Muslim).

  2. Berhentinya darah haid dan nifas. Berdasarkan dalil firman Allah, "Oleh sebab itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita pada waktu haid, dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (mandi)." (Al-Baqarah: 222). Rasulullah saw. bersabda, "Tahanlah selama engkau menahan haidmu, kemudian mandilah." (HR Muslim).

  3. Masuk Islam. Barang siapa dari orang-orang kafir masuk Islam, ia wajib mandi. Rasulullah saw. menyuruh Tsumamah al-Hanafi untuk mandi ketika masuk Islam.

  4. Kematian. Ketika orang muslim mati, ia wajib dimandikan. Karena, Rasulullah saw. memerintahkan hal tersebut, yaitu saat kematian Zainab, seperti disebutkan dalam hadis sahih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MACAM-MACAM HATI

1.     Hati yang sehat : Hati yang terbebas  dari setiap syahwat, keinginana yang betentengan dengan perintah Allah ta`ala dan dari setiap subhat

2.     hati yang sakit : Hati yang hidup namun mengandung penyakit. Ia akan mengikuti unsur yang kuat. kadang-kadang ia cenderung kepada kehidupan  dan kadang-kadang ia cenderung kepada penyakit. padanya ada kecintaan,keimanan,keikhlasan,dan tawakkal kepada Allah  yang merupakan sumber kehidupan,padanya pula ada kecintaan dan ketamakan terhadap syahwat,hasad, kibr,dan sifat ujub,yang merupakan sumber bencana dan kehancurannya.

3.     Hati yang mati : Hati yang tidak mengenal Robnya.ia tidak beribadah kepadanya,dengan menjalankan perintahnya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridhoiNya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKHLAK

Akhlak secara bahasa: tabi`at dan sifat. Adapun akhlak secara istilah ialah: merupakan gambaran batin manusia, yang terdiri dari hatinya, sifat-sifatnya serta makna-makna dan nuansa yang tersimpan didalam jiwanya.
Dan akhlak juga diartikan suatu yang sepontan dan konstan yang dilakukan oleh setiap orang.
Dikatakan khalki artinya gambaran yang zahir, dikatakan khuluk artinya  adalah gambaran batin .karena memang manusia terdiri dari dua bagian yaitu jasmani dan rohani ( FISIK DAN FSIKIS ).
Akhlak itu sendiri bersumber dari:
1.      Keturunan. Garis keturunan itu sendiri memiki peran yang sangat dominan terhadap akhlak seorang anak. akhlak inilah yang juga disebut akhlak yang diwarisi seseorang dari kedua orang tuanya yang juga dikatakan juga sebagai tabi`at. Dengan ungkapan lain akhlak seperti adalah akhlak yang di ciptakan Allah pada seseorang semenjak lahir, yang ia ambil dari sifat kedua orang tuanya. Seperi cepat marah, pelit, pemaaf, penyabar dan lain-lain. Akhlak seperti ini akan timbul dengan sendirinya tanpa  ia pelajari.Sabda rosululloh:
العرق دساس ( عون المعبود )
Artinya : unsur keturunan itu sanyat sensitif, artinya mempunyai pengarauh yang sangat kuat.
Hadits yang lain:  
إن فيك لخلقين  يحبهما الله قلت وما هما يا رسول الله ؟ قال : الحلم والحياء
Artinya: sesunguhnya pada kamu terdapat dua akhlak yang dicintai Allah, saya bertanta ya Rasulalloh sifat apkah yang dua tersebut? Rasululloh menjawab : penyabar dan pemalu

2.      lingkunagn
lingkungan juga sangat mempengaruhi akhlak sesorang, manusia sangat terpengaruh terhadap apa yang ada dilinkunganya baik itu benda hidup atau mati.  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Perayaan Maulid Nabi

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Oleh : Hasrian Rudi Setiawan

 

sudah menjadi suatu tradisi dan adat kebiasaan pada setiap tahunya bagi sebagian besar kaum muslimin di beberapa negara di dunia untuk merayakan hari kelahiran nabi muhammad yang kita kenal dengan sebutan maulid nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Ada beberapa sumber sejarah tentang asal usul tentang perayaan maulid nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. ada bebepa versi dalam sejarah yang menceritakan awal mula dan asal usul maulid nabi diantaranya:
Bahwa sejarah  pertama kali diadakan  maulid nabi adalah oleh mudzofar abu said al-qokbury, ia adalah  seorang gubernur irbil di iraq pada masa pemerintahan shalahuddin al-ayyubi (1138-113) sekitar tahun 630 H. ada juga yang berpendapat bahwa
peringatan maulid nabi dari sultan shalahuddin al-ayyuby itu sendiri, ia bertujuan untuk membangkitkan kecintaan kepada nabi muhammad shalallahu 'alaihi wasalam dan mengingatkan kembali tentang perjuangan rasulullah dalam menegakkan dan menyebarkan agama islam  serta untuk meningkatkan semangat juang kaum muslimin pada saat itu, yg mana mereka pada saat itu sedang terlibat dalam perang salib melawan pasukan kristen eropa dalam upaya memperebutkan kota yerussalem. serta ada juga sumber sejarah mengatakan bahwa awal mula perayaan maulid ini pada jaman daulah fatimiyah.
Itulah  sejarah awal mula diperingatinya, akan tetapi kalau kita lihat sekilas, kita lihat dari beberapa sumber di atas seperti nya terdapat perbedaan diantara mereka tentang awal mula  awal mula diperingatinya maulid nabi, seorang ahli sejarah menyebutkan bahwa sumber diatas tidak menunjukan adanya perbedaan pendapat, seperti pendapat pertama yang menyebutkan bahwa awal mula dirayakannya maulid nabi pada zaman mudhofar seorang gubernur  di irbil pada masa sultan shalahuddin, kemudian dalam pendapat kedua  ini disebutkan bahwa awal mula nya dirayakan maulid nabi pada masa shalahudin al ayubi itu sendiri, maka disini tidak ada perbedaan pendapat yang siknifikan, karena mereka hidup di satu masa hanya saja mereka berbeda tempat tinggal.

Sekarang yang harus kita ambil pelajaran dari perayaan maulid nabi ini adalah tentang perjuangan nabi  berdakwah dalam menyebarkan ajaran islam yang patut kita contoh dan teladani. Bukan dalam pernah atau tidaknya rasul merayakan maulid atau ada perintah rasulullah atau tidak. tapi dari segi manfaatnya bagi kita dalam mengingatkan kita akan perjuangan baginda rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam.
Wa Allahu Alam Bis Sawab.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hukum Merayakan Valentine Day dalam Islam

Hukum Merayakan Valentine Day dalam Islam
Oleh: Hasrian Rudi Setiawan

Tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar pemuda pemudi, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang, sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada orang yang di cintai dan disayangi. Itulah yang kita kenal dengan sebutan hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Jika kita rujuk kasih sayang dalam islam hal ini merupakan hal yang sangat berbeda sebab Islam diturunkan sebagai agama universal yang  rahmatan lil 'alamin dalam arti rahmat bagi semesta alam. Islam datang bukan untuk. menyengsarakan umat manusia. Tapi sebaliknya, islam datang agar manusia mampu menikmati dan merasakan rasa cinta dan kasih sayang sesamanya. Bahkan lebih dari itu, Islam mengajarkan kepada kita rasa  kasih sayang tidak hanya sebatas kepada manusia, tetapi islam menyuruh untuk menebar kasih sayang kepada semua makhluk, termasuk hewan dan binatang.
Islam tidak mengenal hari kasih sayang yang serupa dengan valentine Day. Karena Kasih sayang dalam islam itu bersifat universal, tidak dibatasi waktu dan tempat dan tidak dibatasi oleh objek dan motif. Hal ini sesuai dengan hadist nabi Muhammad: "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). 
Dari hadis di atas jelas dikatakan bahwa dalam islam cinta dan kasih sayang itu harus di laukan setiap hari tanpa ada batas waktu dan mencintai manusia itu hendaklah mencintai sebagaimana mencintai dirinya sendiri.
Seiring dengan masuknya pengaruh barat pada dunia maka  perayaan hari valentine’s pun ikut mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja. Dengan pesta saling bertukar bingkisan, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta yang menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun. perayaan Valentine day adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani.
Valentine’s day menurut fakta sejarah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani. Bahkan kalau mau dikaji ke belakang, sejarahnya berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s day.
Sementara kalau dikaji di dalam  aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama non islam. Karena di dalam perayaan valentine day itu terdapat perbuatan-perbuatan syirik. Dan hal ini sesuai dengan hadits nabi yang artinya: “barangsiapa mengikuti budaya suatu kaum maka dia termasuk bagianya”. Nah dari hadits diatas nampak jelas bahwa kita sebagai seorang muslim dilarang untuk mengikuti kebiasaan suatu kaum yang tidak ada dasarnya dalam al-Quran dan Hadits Nabi dan dalam perayaan itu terdapat berbagai kesyirikan di dalamnya. kalau di lihat dari kata valentine sendiri sebenarnya “Kata valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe tuhan orang Romawi”. Dan disadari atau tidak, ketika kita mengucapkan selamat hari valentine kita mengucapkan “to be my valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Nah hal inilah yang sering di ucapkan pemuda-pemudi ketika merayakan valentine day kepada para pasanganya jelas hal ini merupakan kesyirikan besar yang di ucapkan, yang secara sadar atau tidak merupakan hal yang syirik. Adapun kesyirikan yang lain adalah Valentine adalah Semangat Berzina karena Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.
Nah hal inilah yang di larang oleh Islam terhadap perayaan Valentine’s day yang di dalam nya terdapat kesyirikan  dan  Islam tidak mengenal hari kasih sayang yang serupa dengan valentine Day. Karena Kasih sayang dalam islam itu bersifat universal, tidak dibatasi waktu dan tempat dan tidak dibatasi oleh objek dan motif. Hal ini sesuai dengan hadist nabi Muhammad: "Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri." (H.R. Bukhari). 
Dari hadis di atas jelas dikatakan bahwa dalam islam cinta dan kasih sayang itu harus di laukan setiap hari tanpa ada batas waktu dan mencintai manusia itu hendaklah mencintai sebagaimana mencintai dirinya sendiri.
Sebagian besar ulama islam  seperti Ibnu Qayyim dan Ibnu Taimiyah melarang umat islam untuk ikut merayakan valentine. Menurut beliau, hari besar yang umat Islam tidak diperbolehkan untuk terlibat di dalamnya adalah semua jenis hari raya pemeluk agama lain. Bahkan beliau meluaskan mengertiannya bahwa tidak hanya yang terkait dengan hari besar agama selain islam, tetapi hari raya apapun yang tidak ada dasarnya dalam Islam pun juga diharamkan untuk menjalankannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur'an surat AlKaafirun ayat 6 :
ö/ä3s9 ö/ä3ãYƒÏŠ uÍ<ur ÈûïÏŠ ÇÏÈ
Artinya : Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Islam sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditimpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar. Dengan demikian kasih sayang dalam Islam lebih indah, lebih konkrit dan lebih universal dari sekadar kasih sayang versi valentine day.
Kesimpulannya maka Jauhilah perayaan-perayaan yang berbau syirik dan jauhilah perayaan yang tidak ada dasarnya dalam ajaran Islam serta masuklah kedalam islam secara kaffah sebab perayaan valentine day itu merupakan perayaan yang bukan berasal dari islam tapi berasal dari luar islam yang banyak terdapat kesyirikan untuk itu kita sebagai muslim dan muslimah maka jauhilah perayaan tersebut.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS